Artikel Lain Tahun 2014 Diprediksi Jadi Tahun Kematian CDMA

Operator CDMA Tamat

Tahun 2014 Diprediksi Jadi Tahun Kematian CDMA

Anda memiliki nomor seluler berbasiskan CDMA (Code Division Multiple Access)? Siap-siap ganti dengan teknologi GSM dari sekarang. Teknologi yang digagas pada tahun 1988 oleh sebuah perusahaan Amerika, Qualcomm ini lambat laun mulai redup. Di Indonesia teknologi CDMA pernah berjaya ketika keluar produk FLEXI dari sebuah perusahaan seluler terkemuka. Diikuti dengan produk-produk sejenis oleh perusahaan lain. Namun kini seiring dengan lesunya perekonomian Amerika, pamor CDMA ikut memudar.

Di awal masuknya pada Desember 2002, teknologi seluler berbasis CDMA banyak dilirik operator besar, termasuk Telkom untuk layanan fixed wireless access (FWA). Pada saat itu, CDMA yang berasal dari AS dianggap lebih stabil dan lebih jernih daripada teknologi seluler yang berasal dari Eropa.

Menjelang habisnya 2013, bisnis telekomunikasi FWA meredup. Apalagi, teknologi CDMA yang sekarang dipakai sudah mentok dan tidak bersaing dengan perkembangan teknologi lainnya. Alhasil, banyak pengguna mulai meninggalkan layanan dengan teknologi ini, terutama karena minimnya variasi dan ketersediaan handset.

Apalagi, kabarnya, vendor perangkat telekomunikasi sudah setahun terakhir tidak memproduksi CDMA lagi, artinya, operator bakal kesulitan mengembangkan jaringannya atau melakukan ekspansi ke daerah lain, belum lagi masalah ketersediaan handset yang juga sudah tidak dijual bebas selain lewat bundling.

Tanda-tanda kematian CDMA sudah terlihat sejak dua tahun terakhir, saat operator CDMA mulai jungkir balik mempertahankan kinerja keuangannya meski pada akhirnya tetap menanggung kerugian dan utang yang besar.

Sebut saja PT Bakrie Telecom Tbk (Esia) mengalami rugi bersih Rp 1,5 triliun pada kuartal III 2013. Kondisi Smartfren juga sebenarnya tidak begitu baik. Sedangkan Smartfren meski mencatat pertumbuhan pendapatan tapi masih menderita rugi sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 52 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,01 triliun.

Operator sebesar Telkom pun sudah berpikir ulang untuk melanjutkan bisnis CDMA. Melalui Flexi, Telkom memang menyediakan layanan fixed wireless access (FWA) berbasis CDMA.

Seiring dengan bisnis ini sudah tidak tumbuh, dan cenderung membawa kerugian bagi perusahaan, Telkom berniat untuk mematikan lini bisnis yang sebelumnya menjadi tumpuan harapan Telkom, selain Telkomsel yang menggelar layanan telepon seluler.

BUMN telekomunikasi itu mengaku CDMA sudah tidak membawa keuntungan bagi perseroan dan sejak awal 2013 sudah tidak melakukan investasi untuk pengembangan Flexi mengingat pertumbuhannya yang negative 15 persen.

Tak hanya Telkom, Smart Telecom dan Smartfren juga tengah berancang-ancang untuk migrasi ke Long Term Evolution (LTE) di pita frekuensi 2,3 GHz. Wajar saja, karena di pita 1.900 MHz sudah tidak prospektif lagi dan tidak mungkin menggelar LTE TD bersebelahan dengan LTE FD milik operator seluler 3G.

Operator CDMA lainnya, seperti Bakrie Telecom, kondisinya lebih parah. Alih-alih membangun infrastruktur baru dan menambah jumlah pelanggan, operator tersebut justru mengurangi operasional sejumlah BTS-nya akibat diputus penyedia menara atau sebab lainnya. Pelanggannya pun terus mengalami penurunan.

Dalam tataran global, CDMA memang kalah amor dengan GSM. Mungkin, hanya Jepang dan Korea sajalah yang masih setia dengan CDMA, mengingat mereka sendiri lah yang mengembangkan teknologi tersebut. Hanya, masalah interoperability dengan GSM atau 3G sampai LTE, mungkin masih terkendala.

Bila sudah demikian, maka regulator seharusnya memperhatikan fenomena matinya CDMA, terutama untuk keperluan penataan frekuensi ke depan, termasuk mengawasi tanggung jawab operator CDMA pada pelanggannya bila sesuai prediksi tahun depan, teknologi tersebut di shut down.

Sumber : merdeka.com/teknologi/2014-diprediksi-jadi-tahun-kematian-cdma.html

Operator CDMA Tamat

Telah dibaca pengunjung 17407 kali
Id: 265 | Posted by : admin | Date : 02-12-13 | 21:34:37

Join Kios Pulsa

Artikel Terkait :


Masyarakat Bisa Jadi Agen BPJS Peluang Mendapatkan Penghasilan Tambahan Dari Program BPJS
Bingung mau usaha apa dalam kondisi yang tidak menentu saat ini? Mengapa Anda tidak mencoba peluang usaha ini. Pemerintah melalui BPJS memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk jadi Agen BPJS tanpa syarat apapun.

Disclaimer:
Artikel pada halaman ini hanyalah untuk keperluan informasi semata. Tidak untuk tujuan lain. Kios pulsa tidak bertanggung jawab atas segala efek yang di timbulkan akibat pemanfaatan informasi yang ada di halaman ini.


Operator CDMA Tamat Tahun 2014 Diprediksi Jadi Tahun Kematian CDMA